IMF INGATKAN BAHAYA UTANG GLOBAL, TEKANAN FISKAL KIAN MELUAS

Jakarta — Lonjakan utang Amerika Serikat yang telah menembus US$39 triliun atau sekitar Rp674.000 triliun kini tidak lagi menjadi persoalan domestik semata. Dana Moneter Internasional memperingatkan bahwa tekanan fiskal yang terjadi di AS mencerminkan kondisi serupa yang juga dialami banyak negara di dunia. Selama ini isu utang AS kerap menjadi perdebatan politik yang muncul saat pembahasan anggaran di Kongres, namun kembali mereda setelahnya.

Dalam laporan Fiscal Monitor yang dirilis pada Rabu, 15 April 2026, IMF menegaskan bahwa persoalan utang kini jauh lebih luas dan kompleks. Tekanan terhadap keuangan negara semakin meningkat, sementara ruang fiskal banyak negara semakin terbatas untuk merespons berbagai guncangan seperti konflik Timur Tengah, kenaikan harga energi, hingga perlambatan ekonomi. IMF memperkirakan rasio utang publik global akan mencapai 99 persen dari PDB dunia pada 2028, bahkan berpotensi melonjak hingga 121 persen dalam skenario tekanan berat.

AS menjadi contoh utama dari kondisi tersebut, dengan defisit anggaran yang diperkirakan kembali meningkat hingga sekitar 7,5 persen PDB dan utang yang berpotensi menembus 142 persen PDB pada 2031. IMF juga menyoroti memburuknya kesenjangan fiskal global serta meningkatnya beban bunga akibat kenaikan suku bunga riil. Di tengah risiko tersebut, konflik Timur Tengah memperparah tekanan fiskal, terutama melalui kebijakan subsidi energi yang dinilai tidak tepat sasaran. IMF menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada perlindungan masyarakat secara langsung, sementara perkembangan kecerdasan buatan dinilai berpotensi membantu efisiensi, namun juga membawa risiko baru terhadap ketimpangan dan sistem perpajakan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours