KENAIKAN ENERGI PICU POTENSI PENYIMPANGAN SUBSIDI

Surabaya – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan elpiji nonsubsidi dinilai berpotensi memicu berbagai bentuk penyimpangan di lapangan. Kondisi ini mendapat perhatian dari pegiat perlindungan konsumen yang mengingatkan adanya dampak lanjutan dari kebijakan penyesuaian harga energi tersebut.

Penyesuaian harga oleh PT Pertamina (Persero) disebut tidak terhindarkan akibat tekanan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dunia serta pasokan energi nasional. Namun, selisih harga yang semakin lebar antara energi subsidi dan non-subsidi dinilai berisiko menimbulkan perilaku menyimpang di berbagai level, mulai dari konsumen hingga pelaku distribusi seperti pengecer, agen, dan oknum di SPBU.

Potensi penyelewengan seperti pengoplosan, penyelundupan, hingga peralihan penggunaan dari BBM non-subsidi ke subsidi perlu segera diantisipasi. Aparat penegak hukum diminta aktif melakukan pengawasan dan penindakan tegas, sementara Pertamina didorong untuk mencabut izin mitra yang terbukti melanggar. Di sisi lain, masyarakat mampu diingatkan untuk tidak menggunakan energi subsidi, serta pemerintah didorong mengevaluasi kebijakan subsidi dengan mengalihkan fokus pada penguatan transportasi publik yang lebih berkelanjutan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours