Jakarta-Harga emas dunia melemah dalam sepekan terakhir di tengah kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global. Kenaikan harga minyak akibat tensi antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran bahwa tekanan harga akan kembali meningkat. Meski sempat menguat tipis pada akhir pekan, secara keseluruhan emas tetap mencatat penurunan mingguan dan mengakhiri tren positif selama empat pekan berturut-turut.
Tekanan terhadap emas semakin kuat karena ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi ini, emas menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga seperti obligasi. Kenaikan inflasi yang dipicu harga energi membuat peluang pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin kecil.
Selain itu, penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS turut membebani harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global, sementara yield yang tinggi menarik minat ke aset berbunga.

+ There are no comments
Add yours