Jakarta-Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan. Pada pembukaan perdagangan Senin, 4 Mei 2026, rupiah tercatat melemah ke level sekitar Rp17.320 per dolar Amerika Serikat, meski Indeks Harga Saham Gabungan sempat dibuka menguat sekitar 0,60% ke posisi 6.998. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan di pasar keuangan domestik yang masih berlanjut di tengah ketidakpastian global.
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Dari sisi global, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih memicu kekhawatiran pelaku pasar dan mendorong penguatan dolar AS. Sementara dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta tekanan fiskal akibat dampak konflik turut memperburuk sentimen investor.
Selain itu, penilaian lembaga pemeringkat terhadap Indonesia yang mengalami penurunan juga menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan pasar.

+ There are no comments
Add yours