IMPOR GULA NAIK, BUMN MERUGI DAN PETANI TEBU TERTEKAN

Jakarta – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mengalami kerugian hingga Rp680 miliar sepanjang 2025 akibat lonjakan impor gula yang menekan harga gula lokal. Tercatat impor meningkat dari 5,069 juta ton menjadi 5,3 juta ton, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 40% kebutuhan nasional.

Kondisi ini memicu keluhan petani tebu karena hasil produksi mereka tidak terserap pasar, meskipun impor seharusnya dilakukan untuk menutup kekurangan pasokan. Di sisi lain, harga gula lokal kalah bersaing dengan gula impor yang lebih murah sehingga memperburuk kondisi ekonomi petani.

Selain itu, kebocoran gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan bagi industri justru masuk ke pasar rumah tangga turut menekan harga gula lokal. Situasi ini menunjukkan perlunya penertiban distribusi serta evaluasi kebijakan impor agar pasar lebih adil dan petani dalam negeri dapat terlindungi.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours