UJI COBA B50 DIMULAI, ENAM SEKTOR SERENTAK DIUJI

Lembang – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel 50 persen atau B50 pada berbagai sektor. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis sebelum kebijakan mandatori B50 diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026.Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa uji coba dilakukan secara serentak di enam sektor, yakni otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, pembangkit, dan perkeretaapian. Pernyataan tersebut disampaikan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dan dikutip Rabu (22/4/2026).”Kita memang sudah melakukan kick off dan serentak uji di enam sektor. Jadi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, pembangkit, satu lagi kereta. Nah itu serentak dilakukan per tanggal 9 Desember,” ujarnya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dikutip Rabu (22/4/2026).Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi B50 yang direncanakan mulai Juli 2026 diproyeksikan mampu memberikan penghematan devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Program tersebut juga diperkirakan mampu menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun ini. Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional dilaporkan telah mencapai 3,90 juta kilo liter dari total alokasi tahunan sebesar 15,65 juta kilo liter. Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pengujian di sektor otomotif selesai pada Juni 2026, sementara sektor lain seperti perkeretaapian dan maritim akan rampung secara bertahap hingga akhir tahun.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours