Pemerintah Prioritaskan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa penanganan sampah perkotaan kini menjadi prioritas yang dipantau langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan bahwa regulasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 menjadi instrumen untuk memecah kebuntuan pengelolaan sampah yang selama ini hanya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk menutupi selisih antara Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkitan dengan harga keekonomian proyek PSEL. Yuliot memastikan perhitungan subsidi ini akan dilakukan secara cermat agar tidak membebani anggaran negara namun tetap menjamin kelayakan bisnis proyek. Proyek PSEL ditargetkan memiliki kapasitas terpasang yang signifikan sebagai bagian dari bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Presiden Prabowo menyoroti pentingnya pengelolaan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Presiden menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours