SURABAYA – BPJS Kesehatan Cabang Surabaya memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kepesertaannya berstatus nonaktif untuk kembali mengaktifkan layanan. Salah satu upaya yang disiapkan adalah Program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap), yang memungkinkan peserta mandiri mencicil tunggakan iuran sesuai kemampuan, bahkan mulai dari Rp10 ribu per hari. Sementara itu, masyarakat yang kepesertaannya sebagai penerima bantuan pemerintah dinonaktifkan diarahkan beralih menjadi peserta mandiri agar perlindungan jaminan kesehatannya tetap berlanjut.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras, mengatakan pihaknya setiap hari melakukan telecollecting dengan menghubungi peserta yang memiliki tunggakan iuran. Peserta diberikan pilihan melunasi tunggakan sekaligus atau memanfaatkan Program REHAB. “Bagi warga yang terkena cleansing atau pencoretan dari data penerima bantuan pemerintah (PBI/Pemda), BPJS Kesehatan mendorong agar mereka secara mandiri mengalihkan status kepesertaannya menjadi peserta mandiri agar jaminan layanannya tidak terputus,” ujarnya dalam kegiatan Gathering Media BPJS Kesehatan Surabaya, Selasa (21/7/2026). Aras juga menegaskan hingga saat ini belum ada rencana kenaikan iuran JKN karena belum terdapat regulasi maupun arahan baru dari pemerintah pusat terkait penyesuaian tarif.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan Surabaya masih menghadapi tantangan tingginya jumlah peserta nonaktif. Dari sekitar 2,9 juta peserta JKN di Kota Surabaya, tingkat kepesertaan aktif baru mencapai 83,5 persen atau sekitar 2,5 juta jiwa. Sekitar 400 ribu peserta tercatat nonaktif, baik karena menunggak iuran sebagai peserta mandiri maupun akibat berhenti bekerja atau mengalami pemutusan hubungan kerja sehingga status kepesertaan sebagai Pekerja Penerima Upah (PPU) ikut berakhir. Kondisi tersebut menjadi fokus BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kembali jumlah peserta aktif di Surabaya.
Dari sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan mencatat pembayaran klaim kepada seluruh fasilitas kesehatan mitra di Surabaya sepanjang semester pertama 2026 telah mencapai lebih dari Rp2,23 triliun. Nilai tersebut jauh melampaui total iuran yang terkumpul sekitar Rp1,2 triliun, dengan rasio pemanfaatan mencapai 158 persen. Ke depan, BPJS Kesehatan akan menggandeng media untuk memperkuat edukasi promotif dan preventif kepada masyarakat, khususnya terkait pencegahan diabetes melitus sebagai salah satu penyakit yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius.

+ There are no comments
Add yours