Jakarta-Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa pagi setelah sempat melonjak tajam sehari sebelumnya. Berdasarkan data Refinitiv, kontrak Brent turun ke US$94,92 per barel, sementara WTI berada di level US$88,50 per barel. Pelaku pasar kini menanti perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan berlangsung pekan ini.
Fluktuasi harga dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Penutupan jalur tersebut oleh Iran serta langkah Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran sempat mendorong harga naik signifikan. Namun, harapan adanya kesepakatan damai membuat reli mulai mereda.
Di sisi lain, pasar masih menghadapi dua sentimen utama, yakni ancaman gangguan pasokan dan peluang diplomasi. Jika perundingan berjalan lancar, harga minyak berpotensi turun ke kisaran US$90 per barel. Sebaliknya, jika konflik berlanjut, harga dapat kembali menembus US$100 hingga US$110 per barel.

+ There are no comments
Add yours