Jakarta-Harga minyak dunia melonjak tajam pada Senin pagi setelah ketegangan kembali meningkat di Selat Hormuz. Berdasarkan data Refinitiv, minyak Brent naik 5,10% ke US$94,99 per barel, sementara WTI menguat 5,87% ke US$88,77 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat melemah di akhir pekan.
Lonjakan dipicu penutupan kembali jalur vital tersebut, menyusul saling tuding antara Amerika Serikat dan Iran terkait dugaan pelanggaran gencatan senjata. Situasi makin memanas setelah Donald Trump menyatakan militer AS menyita kapal kargo Iran, sementara Teheran menolak melanjutkan perundingan damai dan tetap bersikeras menghadapi tekanan militer.
Sebagai jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak global, gangguan di Selat Hormuz langsung mengguncang pasar energi. Meski sempat dibuka dan dilintasi puluhan kapal, ketidakpastian masih tinggi sehingga pelaku pasar bereaksi cepat. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak tercatat sangat fluktuatif, mencerminkan tingginya risiko geopolitik.

+ There are no comments
Add yours