PERTAMINA BANTAH RUMOR PERTAMAX RP17.850

Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait beredarnya rumor perubahan harga BBM non subsidi mulai 1 April 2026. Isu tersebut menyebut harga Pertamax (RON 92) akan naik menjadi Rp 17.850 per liter dari Rp 12.300 per liter yang saat ini berlaku di wilayah Jabodetabek.

Menanggapi narasi yang beredar di media sosial, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan hingga saat ini pihaknya belum merilis harga resmi BBM non subsidi untuk periode April 2026. Ia juga menyatakan bahwa proyeksi harga yang beredar tidak memiliki kredibilitas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” tandasnya.

Dalam narasi yang beredar di masyarakat, harga BBM subsidi seperti Pertalite akan dibanderol mencapai Rp 14.000 per liter dari yang sekarang berlaku sebesar Rp 10.000 per liter. Pada jenis Solar Subsidi harga diproyeksikan mencapai Rp 9.500 per liter dari yang saat ini berlaku sebesar Rp 6.800 per liter. Sedangkan untuk BBM jenis Pertamax diproyeksikan akan naik menjadi Rp 16.500 per liter dari yang berlaku sekarang Rp 12.300 per liter. Dengan begitu, Laode menegaskan informasi soal harga BBM yang beredar tersebut merupakan informasi yang salah.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours