Jakarta – Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat pagi (6/3/2026) terpantau bervariasi. Data Refinitiv pukul 09.15 WIB menunjukkan delapan dari 11 mata uang Asia menguat, sementara tiga lainnya melemah. Di tengah pergerakan tersebut, rupiah justru berada di zona pelemahan.
Penguatan dipimpin won Korea Selatan yang naik 0,28%, diikuti dolar Singapura dan rupee India. Sebaliknya, rupiah menjadi mata uang Asia yang paling tertekan setelah melemah 0,20% ke level Rp16.908 per dolar AS, disusul ringgit Malaysia dan yuan China.
Kondisi ini terjadi di tengah dinamika dolar AS yang masih cenderung kuat akibat meningkatnya permintaan aset safe haven, dipicu eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang juga memicu kekhawatiran inflasi global.

+ There are no comments
Add yours