Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp16.900 per dolar AS pada Rabu (4/3/2026), terdorong eskalasi konflik di Timur Tengah. Untuk meredam tekanan tersebut, Bank Indonesia mengintensifkan berbagai instrumen stabilisasi di pasar keuangan guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bank sentral akan terus berada di pasar melalui intervensi tegas dan konsisten lewat transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, rupiah melemah 58 poin atau 0,34 persen menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp16.872 per dolar AS pada Selasa (3/3).
Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, rupiah bergerak melemah 58 poin atau 0,34 persen menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp16.872 per dolar AS pada Selasa (3/3).
“Langkah-langkah stabilisasi ini penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar dan meminimalkan risiko volatilitas akibat ketidakpastian global,” tambah Destry.

+ There are no comments
Add yours