Jakarta – Rupiah dibuka melemah 0,09% ke level Rp16.840/US$ pada perdagangan pagi ini, Selasa (13/1/2026), melanjutkan tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,08% ke level 98,950. Pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global.
Dolar AS masih berada di bawah tekanan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump membuka penyelidikan pidana terhadap Ketua The Federal Reserve Jerome Powell. Langkah ini dinilai berpotensi mengancam independensi bank sentral AS dan memunculkan kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan moneter Amerika Serikat. Reaksi pasar cenderung melepas aset berdenominasi dolar dan surat utang AS, sementara sebagian investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas.
Prospek dolar ke depan masih bersifat campuran, dengan ketahanan ekonomi AS membuat The Fed memiliki ruang untuk bersikap lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Namun, meningkatnya tekanan politik terhadap bank sentral berpotensi mendorong arah kebijakan yang lebih dovish. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menegaskan bahwa independensi The Fed merupakan salah satu faktor kunci penopang peringkat kredit Amerika Serikat.

+ There are no comments
Add yours