Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyesalkan keputusan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menolak pemberian insentif otomotif pada tahun depan. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan bahwa kebijakan tersebut sebenarnya tengah dirumuskan untuk mendongkrak permintaan dan memperkuat pemulihan industri kendaraan bermotor yang saat ini menghadapi tekanan.

Menurutnya, insentif itu sangat ditunggu oleh pelaku industri, pekerja, hingga konsumen.Febri menjelaskan bahwa manfaat insentif otomotif tidak hanya dirasakan oleh produsen kendaraan, tetapi juga seluruh ekosistem pendukung, mulai dari pemasok komponen tier 1 hingga tier 3, perusahaan leasing, hingga sektor perdagangan.

Dengan adanya stimulus, penjualan diperkirakan meningkat sehingga utilisasi produksi pabrik dapat naik. Kenaikan ini kemudian akan memacu permintaan bahan baku, memperluas penyerapan tenaga kerja, dan memperkuat aktivitas industri secara menyeluruh.Kemenperin menilai bahwa secara fiskal, potensi pengurangan pajak di tahap penjualan dapat terkompensasi oleh peningkatan penerimaan di tahap produksi dan distribusi.

Febri mencontohkan bahwa multiplier effect industri otomotif mampu memberikan pemasukan pajak tiga kali lebih besar dibandingkan potensi penerimaan yang hilang. Karena itu, penolakan terhadap insentif dikhawatirkan dapat menurunkan optimisme pelaku usaha dan memperlambat momentum pemulihan industri nasional.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours