Jakarta – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (13/11/2025) melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.724 per dolar Amerika Serikat (AS). Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap potensi berakhirnya penutupan pemerintah AS. Situasi tersebut mendorong para pelaku pasar untuk beralih kembali ke aset berdenominasi dolar.

Gedung Putih menyatakan keyakinannya bahwa penutupan pemerintah akan segera berakhir setelah parlemen AS menyiapkan kesepakatan pendanaan yang akan dikirim ke Presiden Trump untuk ditandatangani. Kesepakatan itu akan mendanai pemerintah hingga 30 Januari 2026 dan mempekerjakan kembali pegawai federal yang sebelumnya diberhentikan. Kondisi ini memperkuat posisi dolar di pasar global dan memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, investor juga menantikan pernyataan beberapa pejabat The Fed untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan moneter menjelang pertemuan FOMC Desember 2025. Ketidakpastian semakin meningkat karena data ekonomi utama seperti Indeks Harga Konsumen (IHK) dan tingkat pengangguran AS belum dirilis akibat penutupan pemerintah. Menurut Josua, hal ini dapat menyulitkan The Fed dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya serta memperpanjang volatilitas di pasar keuangan global.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours