Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka melemah di level Rp16.601 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 22 Oktober 2025, turun 14 poin dari hari sebelumnya. Pelemahan ini dipengaruhi aksi tunggu investor atas hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps jadi 4,5 persen.
Analis mata uang menilai penurunan suku bunga masih memungkinkan karena inflasi inti terkendali dan suku bunga riil cukup tinggi, sementara permintaan domestik belum sepenuhnya pulih. Penurunan suku bunga diharapkan jadi stimulus konsumsi dan kredit; likuiditas perbankan yang membaik turut mendorong transmisi kebijakan moneter makin efektif.
Tekanan pada rupiah juga relatif terjaga berkat surplus neraca perdagangan, intervensi BI di pasar spot dan DNDF, serta revaluasi cadangan devisa. Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp16.550–16.650 per dolar AS sepanjang hari, sementara pasar fokus menanti keputusan BI dan data inflasi Amerika Serikat.

+ There are no comments
Add yours