Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada Jumat pagi (23/5/2025), naik sebesar 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.320 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.328. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut penguatan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat, yang menyebabkan tekanan pada dolar AS dan mendorong penguatan mata uang Asia, termasuk rupiah.
Pelemahan dolar AS terjadi setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan peringkat utang pemerintah AS dari Aaa menjadi Aa1. Penurunan ini dipicu oleh ketidakmampuan pemerintah dan Kongres AS dalam mengendalikan defisit fiskal dan membayar bunga utang yang terus meningkat. Moody’s memperkirakan defisit federal AS akan mencapai hampir 9 persen dari PDB pada 2035, sementara rasio utang terhadap PDB naik menjadi 134 persen.
Lukman menambahkan, meskipun rupiah berpotensi menguat lebih lanjut, pergerakannya mungkin terbatas karena risiko aksi ambil untung di pasar saham dan penguatan yang sudah cukup signifikan. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.300 hingga Rp16.400 per dolar AS dalam waktu dekat.
+ There are no comments
Add yours