Jakarta-Bank Indonesia menyiapkan tujuh strategi utama untuk memperkuat nilai tukar rupiah yang tengah mengalami tekanan. Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan langkah ini telah dilaporkan kepada Presiden sebagai upaya menjaga stabilitas rupiah ke depan.

Salah satu langkah utama adalah intervensi pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun di pusat keuangan global seperti Hong Kong, Singapura, London, dan New York, dengan dukungan cadangan devisa yang dinilai memadai. Selain itu, BI mendorong masuknya aliran modal asing melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menyeimbangkan arus keluar dari pasar SBN dan saham.

Koordinasi dengan Kementerian Keuangan juga terus diperkuat, termasuk dalam pembelian SBN di pasar sekunder yang hingga saat ini telah mencapai Rp123,1 triliun, serta membuka peluang kebijakan lanjutan seperti buyback untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Langkah lainnya mencakup menjaga likuiditas perbankan dan pasar modal dengan pertumbuhan uang primer.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours