Jakarta-Harga minyak dunia melemah tipis pada Rabu pagi setelah sempat melonjak tajam sehari sebelumnya. Minyak Brent tercatat di kisaran US$98 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$89 per barel. Meski terkoreksi, kenaikan dalam beberapa hari terakhir masih cukup kuat, menunjukkan bahwa premi risiko geopolitik tetap tinggi di pasar energi global.
Ketidakjelasan arah perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sentimen utama. Presiden AS memperpanjang gencatan senjata untuk membuka ruang negosiasi, namun belum ada kepastian apakah semua pihak akan melanjutkan kesepakatan tersebut. Di sisi lain, tensi tetap tinggi dengan adanya blokade terhadap pelabuhan Iran serta ancaman respons dari Teheran.
Faktor lain yang menopang harga adalah terganggunya distribusi di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia, yang kini masih minim aktivitas kapal. Selain itu, penurunan stok minyak mentah AS juga memberi sinyal pasar yang ketat.

+ There are no comments
Add yours