Jakarta – Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis pagi (16/4/2026), seiring pelaku pasar merespons peluang meredanya tensi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan terbukanya jalur diplomasi baru membuat premi risiko geopolitik sedikit surut, meski gangguan pasokan global masih membayangi pasar energi.Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.30 WIB, harga Brent kontrak terdekat tercatat US$95,19 per barel, naik tipis dibanding penutupan sebelumnya di US$94,93 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$91,60 per barel, lebih tinggi dari penutupan Rabu di US$91,29 per barel. Pergerakan ini terjadi setelah pasar mencerna laporan bahwa Iran membuka peluang kapal-kapal kembali melintas di sisi Oman dari Selat Hormuz apabila tercapai kesepakatan untuk mencegah konflik baru.Gedung Putih pada Rabu waktu setempat menyampaikan optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Namun, Amerika Serikat tetap mengingatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran akan diperbesar bila tidak ada kemajuan. Di saat bersamaan, pejabat AS dan Iran dikabarkan mempertimbangkan perundingan lanjutan akhir pekan ini dengan Pakistan kembali mengambil peran mediasi, sementara data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 913 ribu barel menjadi 463,8 juta barel pada pekan yang berakhir 10 April, berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 154 ribu barel.
HARGA MINYAK TERTEKAN, BRENT-WTI MASIH DI LEVEL TINGGI

+ There are no comments
Add yours