Jakarta – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat tipis pada penutupan perdagangan Selasa (9/12), bergerak 1 poin ke posisi Rp16.694 per USD dari level sebelumnya Rp16.695. Penguatan terbatas ini terjadi di tengah sikap wait and see investor yang menanti rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang diperkirakan sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan Rupiah akan cenderung datar dengan potensi penguatan terbatas.Sentimen domestik didukung oleh kinerja IKK Oktober 2025 yang berada di level optimis 121,2, lebih tinggi dari September yang sebesar 115,0. Untuk November, IKK diproyeksikan naik menjadi 122, didorong oleh peningkatan keyakinan terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen ke depan.

Data positif ini diharapkan dapat memberikan dukungan lebih lanjut bagi stabilitas nilai tukar Rupiah.Dari sisi eksternal, pasar global juga tengah mengantisipasi keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis points. Namun, pernyataan kebijakan yang diperkirakan tetap “hawkish” mengenai prospek pemangkasan di masa depan membuat indeks Dolar AS terpantau datar. Kombinasi faktor domestik dan global ini menciptakan lingkungan yang relatif stabil bagi pergerakan Rupiah.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours