Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (5/11/2025) di Jakarta, turun 25 poin menjadi Rp16.733 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap potensi penundaan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Analis mata uang, Josua Pardede, menyatakan bahwa pernyataan pejabat The Fed terkait penurunan estimasi pemangkasan suku bunga telah menekan nilai rupiah.

Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Oktober 2025, The Fed telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75-4 persen. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan belum ada kepastian untuk pemangkasan lanjutan, dan pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan pada 9-10 Desember 2025. Ekspektasi pemangkasan suku bunga AS selanjutnya menurun dari 94 persen menjadi sekitar 65 persen.

Selain sentimen dari The Fed, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga 2025 juga mempengaruhi pasar. Josua memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi 5,04 persen secara tahunan, dibandingkan 5,12 persen pada kuartal sebelumnya, terutama akibat perlambatan pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours