Jakarta – Harga batu bara mengalami kenaikan signifikan selama dua hari berturut-turut. Pada perdagangan Selasa, 16 September 2025, harga batu bara ditutup di US$ 105,5 per ton, melonjak 3,12%. Penguatan ini didorong oleh sentimen dari China dan India.

Di China, pemerintah Mongolia Dalam memberlakukan penghentian operasi terhadap 15 tambang batu bara karena melampaui rencana produksi yang disetujui. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Beijing untuk mengatasi kelebihan kapasitas dan meningkatkan standar keselamatan. Penghentian ini menargetkan tambang di wilayah Ordos yang sangat penting bagi rantai pasok batu bara China.

Sementara itu, India berencana untuk menambah 97 gigawatt (GW) kapasitas baru berbasis batu bara hingga 2035 untuk menjamin pasokan listrik. Pembangkit-pembangkit ini diperkirakan akan beroperasi hingga 2050, menyediakan cadangan listrik yang andal. Kombinasi antara penurunan pasokan dari China dan peningkatan permintaan dari India menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga batu bara.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours