SURABAYA – Nilai tukar rupiah menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis pagi, 5 Juni 2025, menyentuh level Rp16.280 per dolar. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen negatif terhadap kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang dinilai mulai membebani perekonomian negaranya.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa kebijakan tarif tersebut mulai menekan sektor jasa AS, yang biasanya lebih tangguh dibandingkan sektor manufaktur. Data Purchasing Managers Index (PMI) sektor jasa versi Institute for Supply Management (ISM) per Mei 2025 menunjukkan kontraksi ke level 49,9, turun dari 51,6 di April—kontraksi pertama dalam 11 bulan terakhir.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek ekonomi AS yang melemah, sekaligus membuka kemungkinan bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuan. Situasi pada 5 Juni 2025 tersebut dimanfaatkan pasar untuk masuk ke aset emerging market, termasuk Indonesia, yang turut mengangkat posisi rupiah.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours