PREDIKSI MINYAK US$200 DIBANTAH, PEMERINTAH NILAI TAK REALISTIS

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan prediksi sejumlah ekonom yang menyebut harga minyak dunia bisa menembus US$ 200 per barel tidak realistis. Ia juga merespons kekhawatiran yang menyebut kondisi tersebut dapat memicu resesi di Indonesia dalam waktu dekat.

Purbaya menyatakan dirinya tidak anti kritik, namun menilai pernyataan yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur dalam dua bulan bukanlah kritik yang konstruktif, melainkan menciptakan sentimen negatif di masyarakat. Ia menilai asumsi tersebut tidak didasarkan pada perhitungan ekonomi yang tepat, karena hanya mempertimbangkan kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah tanpa memperhitungkan faktor risiko lain secara menyeluruh.

“Saya enggak anti kritik, enggak apa-apa. Tapi jangan bilang begini: 2 bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur. Akan resesi,” kata Purbaya, di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, analisis ekonomi seharusnya memperhitungkan berbagai faktor seperti data historis hingga kebijakan pemerintah dalam merespons tekanan global. Ia juga menegaskan bahwa kenaikan harga minyak hingga US$ 200 per barel tidak mungkin terjadi, dan jika pun terjadi, tidak akan bertahan lama.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours