Jakarta – Presiden Prabowo Subianto buka suara terkait klausul kerja sama perdagangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat yang menyangkut akses mineral kritis. Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak akan merugikan Indonesia.
Penjelasan ini merespons pertanyaan dari Mohammad Faisal yang menilai klausul tersebut berpotensi bertentangan dengan program hilirisasi. Menurut Prabowo, akses yang diberikan bukan berarti membebaskan ekspor bahan mentah tanpa batas.
Prabowo menegaskan, setiap aktivitas tambang tetap harus diikuti proses pengolahan di dalam negeri. Pemerintah tetap mewajibkan hilirisasi agar nilai tambah tetap dinikmati Indonesia, meskipun investor asing turut terlibat.
Selain itu, pemerintah juga memastikan kebijakan ini sejalan dengan upaya industrialisasi nasional. Prabowo menekankan, Indonesia tidak akan mengorbankan kepentingan nasional dan justru terus mendorong pembangunan industri dalam negeri.

+ There are no comments
Add yours