Jakarta – Di tengah krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah, Filipina menerima kedatangan kapal yang membawa lebih dari 700.000 barel minyak mentah Rusia, hanya beberapa hari setelah menetapkan keadaan darurat energi nasional. Langkah ini menandai upaya Manila mencari sumber pasokan alternatif di tengah lonjakan harga bahan bakar dan terganggunya distribusi global.
Kapal berbendera Sierra Leone bernama Sara Sky dilaporkan tiba sejak Senin dengan membawa minyak mentah berkualitas tinggi dari jalur pipa ESPO Rusia. Berdasarkan dokumen pengiriman, muatan tersebut diterima oleh Petron Corp sebagai operator satu-satunya kilang minyak di Filipina, sementara pemantauan menunjukkan kapal berlabuh di pelabuhan Limay, dekat lokasi kilang perusahaan tersebut, dan diyakini menjadi pengiriman pertama minyak Rusia ke negara itu dalam lima tahun terakhir.
Pemerintah Filipina menyatakan tengah memperluas pencarian sumber bahan bakar karena stok domestik diperkirakan hanya cukup untuk 45 hari, di tengah lonjakan biaya energi akibat penutupan sebagian jalur vital Selat Hormuz. Departemen Energi Filipina juga mengaktifkan dana darurat sebesar 20 miliar peso untuk mengamankan pasokan, serta mempertimbangkan peningkatan penggunaan batu bara guna menekan biaya listrik, sementara pasokan LNG terganggu akibat konflik.

+ There are no comments
Add yours