Jakarta – Kementerian Keuangan di bawah pimpinan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kemampuan pemerintah dalam membayar utang tetap terjaga. Keyakinan ini muncul meski rasio pembayaran utang terhadap pendapatan atau debt service ratio (DSR) tercatat cukup tinggi, yakni di atas 42 persen.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto menyebut kondisi tersebut masih aman karena penerimaan negara menunjukkan kinerja positif. Ia mencontohkan, setoran pajak pada periode Januari–Februari 2026 tumbuh hingga 30 persen, sehingga memperkuat ruang fiskal pemerintah untuk memenuhi kewajiban utang.
Pemerintah juga menilai pengelolaan utang kini lebih efisien dengan risiko yang lebih terkendali, terutama karena komposisi utang semakin didominasi mata uang rupiah. Hingga akhir 2025, total utang pemerintah tercatat sekitar Rp9.637,9 triliun atau setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

+ There are no comments
Add yours