Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perlambatan ekonomi China tidak terlalu mengkhawatirkan bagi Indonesia. Sebab, sekitar 90% aktivitas ekonomi Indonesia ditopang oleh permintaan domestik, sementara pengaruh dari sektor eksternal relatif kecil.
Meski begitu, pemerintah tetap mengantisipasi dampaknya terhadap kinerja ekspor Indonesia. Pemerintah berencana membantu eksportir meningkatkan daya saing produk di pasar China melalui berbagai instrumen pembiayaan.
Perlambatan ekonomi China terlihat dari target pertumbuhan ekonominya tahun ini yang dipatok sekitar 4,5% hingga 5%. Target tersebut diumumkan dalam forum politik tahunan negara itu.
China sendiri masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sekitar 24% ekspor nonmigas Indonesia pada 2025 ditujukan ke China.

+ There are no comments
Add yours