AIRLANGGA SOROT LONJAKAN HARGA EMAS DI TENGAH PERANG

Jakarta – Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas meningkat tajam di tengah ketidakpastian global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan jumlah nasabah bank emas atau bullion bank melonjak signifikan dari 3,2 juta pada Februari tahun lalu menjadi 5,7 juta saat ini.

Peningkatan tersebut terjadi sejak peluncuran bullion bank pertama melalui PT Bank Syariah Indonesia Tbk oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari tahun lalu. Airlangga menyebut lonjakan minat masyarakat itu menunjukkan emas semakin dipilih sebagai instrumen penyimpanan nilai di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

“Dan memang salah satu dari inflasi akibat daripada pembelian emas dan memang harga emas pada saat peluncuran bank bullion itu masih di angka US$3.000 dan sekarang sudah US$5.000 dan ini karena pengaruh perang memang safe haven daripada ketidakpastian untuk simpanan salah satunya adalah emas,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari 2026 mencapai 0,68% secara bulanan (month to month/mtm). Inflasi ini dipicu oleh Indeks Harga Konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026.Pemicu inflasi yang cukup besar adalah emas, yakni 0,19%. Inflasi emas dan perhiasan mencapai 8,42% secara tahunan (year on year/yoy). Menurut data BPS, inflasi emas masuk menjadi pendorong sejak Ramadan pada 2024.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours