Jakarta – China menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 4,5 hingga 5% untuk tahun 2026 dalam pertemuan parlemen tahunan “Dua Sesi” yang digelar Kamis (5/3/2026). Target ini menjadi yang terendah dalam beberapa dekade terakhir, kecuali tahun 2020 saat tidak ada target ditetapkan akibat pandemi Covid-19, serta lebih rendah dibanding target sekitar 5% pada 2025.
Penetapan target tersebut tertuang dalam laporan kerja pemerintah yang menyebut, “Untuk tahun 2026, China mengharapkan pertumbuhan sebesar 4,5 hingga 5%,” dengan upaya dalam pekerjaan aktual untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi. Dalam pertemuan itu, para pemimpin China juga menegaskan perlunya pergeseran model ekonomi dari pendorong tradisional seperti ekspor dan manufaktur menuju pertumbuhan berbasis konsumsi.
Selain target pertumbuhan, pemerintah juga memproyeksikan peningkatan indeks harga konsumen sekitar dua persen serta pertumbuhan pendapatan penduduk yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Pada kesempatan yang sama, China turut mengumumkan anggaran pertahanan 2026 naik 7% menjadi 1,9096 triliun yuan, menjadikannya yang terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Peningkatan pengeluaran militer untuk tahun ini diumumkan dalam laporan anggaran kementerian keuangan yang diterbitkan di sela-sela pertemuan politik tahunan “Dua Sesi”. Hal ini menandai tingkat kesinambungan karena Beijing mengejar pembersihan anti-korupsi besar-besaran di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) usai pemecatan jenderal top Zhang Youxia di Januari.

+ There are no comments
Add yours