Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan dua skema untuk memulangkan jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Pemerintah meminta penambahan armada Garuda Indonesia selama Ramadan serta menyiapkan penyesuaian rute penerbangan jika situasi memburuk.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Hingga 2 Maret 2026, sebanyak 7.782 jemaah telah kembali ke Tanah Air, sementara lainnya masih menunggu kepastian penerbangan. Kemenhaj juga mengimbau lebih dari 43 ribu calon jemaah yang dijadwalkan berangkat Maret–April untuk menunda keberangkatan sementara waktu.
Di sisi lain, persiapan haji 2026 disebut telah dilakukan lebih awal dengan berbagai skenario mitigasi. Presiden Prabowo Subianto menekankan penyelenggaraan haji harus bersih, transparan, dan bebas dari praktik rente maupun manipulasi.

+ There are no comments
Add yours