Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengusulkan reaktivasi BPJS Kesehatan untuk pasien katastropik, seperti cuci darah dan kanker, yang kepesertaannya dinonaktifkan. BGS menyatakan ada 200 ribu pasien cuci darah di Indonesia, dengan 60 ribu baru setiap tahun.
Pasien cuci darah dan katastropik lainnya memerlukan perawatan rutin untuk bertahan hidup. Jika tidak, risiko kematian tinggi. BGS menyebutkan contoh penyakit jantung, kanker, dan thalassemia yang memerlukan perawatan intensif.
BGS mengusulkan empat langkah: reaktivasi otomatis layanan pasien katastropik, pengecekan data penerima bantuan, pengendalian kuota PBI, dan notifikasi penonaktifan kepesertaan. Data menunjukkan 120.472 peserta PBI BPJS Kesehatan menderita penyakit katastropik, dengan 12.262 pasien gagal ginjal dan 16.804 pasien kanker.

+ There are no comments
Add yours