Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking di 6 proyek hilirisasi yang bergerak di sektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan. Proyek senilai Rp 110 triliun ini didanai langsung oleh Danantara, namun terbuka untuk partisipasi pihak swasta.
Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan, proyek ini akan menciptakan sekitar 3000 lapangan pekerjaan dan melibatkan banyak pemangku kepentingan, termasuk usaha kecil menengah di daerah proyek beroperasi. Proyek hilirisasi ini bukan hanya berfokus pada investasi, melainkan dapat menciptakan multiplier efek seperti terbukanya lapangan pekerjaan hingga pertumbuhan daerah.
Proyek-proyek tersebut mencakup sektor mineral energi dan agroindustri yang merupakan tulang punggung dari transformasi ekonomi nasional. Kontribusi dari proyek hilirisasi meningkat setiap tahunnya, dengan capaian tahun 2025 sebesar Rp 584,1 triliun atau 30% dari total investasi yang masuk ke Indonesia.

+ There are no comments
Add yours