Harga Batu Bara Menguat Setelah 4 Hari Anjlok

Jakarta – Harga batu bara mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (28/1/2026), setelah sebelumnya anjlok dalam empat hari beruntun. Harga batu bara ditutup di posisi US$ 109,5 per ton, menguat 0,5%. Kenaikan ini didukung oleh kabar baik dari Amerika Serikat (AS) dan China, di mana penggunaan listrik batu bara meningkat akibat Badai Musim Dingin Fern.

Di AS, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara meningkat 31% dibandingkan pekan sebelumnya, sementara di China, harga batu bara termal domestik menguat tipis di pelabuhan utara. Namun, ruang kenaikan harga diperkirakan akan terbatas karena pembeli cenderung menahan diri mendekati libur Tahun Baru Imlek.

Di India, penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara menurun pada 2025 untuk pertama kalinya dalam setengah abad, namun batu bara tetap menjadi sumber listrik dominan. Penurunan ini dipandang sebagai pergeseran yang berpotensi bersejarah, dengan implikasi terhadap emisi karbon dioksida yang berkontribusi pada cuaca ekstrem di seluruh dunia.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours