Jakarta – Harga emas global kembali mencetak rekor tertinggi, mencapai US$4.982,57 per troy ons, didorong oleh ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Ini merupakan rekor tertinggi baru bagi harga emas, yang melonjak 0,94% dari hari sebelumnya.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga emas ini antara lain ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, dolar AS yang lebih lemah, dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Ahli strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan bahwa ketegangan geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed tahun ini menjadi faktor utama kenaikan harga emas.
J.P. Morgan memproyeksikan harga emas berpotensi mendekati $5.055 per ons pada akhir 2026, setara sekitar Rp84,7 juta. Proyeksi ini didukung oleh permintaan kuat dari bank sentral, ETF, serta minat investor termasuk komunitas crypto.

+ There are no comments
Add yours