Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan penghentian impor produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin beroktan tinggi (RON 92, RON 95, RON 98) pada tahun 2027. Impor hanya akan berlaku untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90). Ke depan, Indonesia akan lebih banyak mengimpor minyak mentah untuk diolah di kilang dalam negeri.
Selain bensin, pemerintah juga menargetkan penghentian impor avtur pada 2027. Ini didukung dengan konversi kelebihan solar menjadi bahan baku avtur. Indonesia juga berhasil surplus solar 1,4 juta KL dan tidak akan melakukan impor solar C51 pada semester 2 tahun ini.
Kementerian ESDM yakin dapat mencapai target ini dengan berjalannya program mandatory biodiesel 40% (B40) dan Refinery Development Master Plan (RDM) Balikpapan milik Pertamina. Ini akan meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor

+ There are no comments
Add yours