Jakarta – Harga batu bara pada perdagangan Kamis (22/1/2026) ditutup di posisi US$ 112,8 per ton atau melandai 0,18%. Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya harga batu bara melonjak 0,71% pada Rabu. Penurunan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penjualan cepat oleh pedagang sebelum libur Imlek.
Permintaan batu bara dari pengguna hilir tetap lemah, sehingga tekanan jual meningkat dan harga di pasar batu bara pelabuhan domestik cenderung merosot. Aktivitas jual meningkat karena pedagang ingin membersihkan stok sebelum libur panjang. Selain itu, persediaan batu bara di tambang tetap tinggi, sehingga tekanan ke bawah pada harga tidak berkurang.
Libur Imlek yang akan berlangsung pada 15-23 Februari 2026 diperkirakan akan berdampak pada pelemahan aktivitas ekonomi dan permintaan barang. Banyak pekerja yang menghentikan aktivitas lebih awal untuk persiapan pulang kampung, sehingga aktivitas bisnis dan industri melambat. Kondisi ini membuat pembeli menjadi lebih hati-hati dan menunda pembelian karena ekspektasi pasar yang lemah

+ There are no comments
Add yours