Surabaya – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa Indonesia berencana menghentikan impor avtur mulai 2027 dan hanya mengimpor minyak mentah. Ini menunjukkan keinginan Indonesia untuk merealisasikan ambisi swasembada energi dan tidak lagi bergantung pada import
Bahlil juga mengumumkan bahwa Indonesia akan berhenti mengimpor solar pada tahun 2026, terutama solar jenis CN48. Untuk mengurangi impor solar jenis CN51, Bahlil memerintahkan Pertamina mulai membangun fasilitasnya pada semester II 2026. Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi sekitar 7,4 miliar Dollar AS dan akan meningkatkan kapasitas produksi BBM dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 KBPD setara Euro v
Proyek ini menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8 dan persentase nilai produk meningkat menjadi 91,8 persen dari sebelumnya 75,3 persen. Pengembangan kilang Balikpapan menjadi langkah penting untuk mewujudkan swasembada energi sesuai program Astacita, sehingga Indonesia tidak lagi mengandalkan impor bahan bakar minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri.

+ There are no comments
Add yours