Jakarta – Harga batu bara masih mengalami penurunan di awal 2026, dengan harga ditutup di posisi US$ 104,85 atau turun 0,62% pada perdagangan Senin (5/1/2026). Penurunan ini memperpanjang tren negatif batu bara dengan melemah 1,4% dalam dua hari terakhir.
Impor batu bara India terus mengalami penurunan, yang berdampak pada permintaan batu bara melalui jalur laut (seaborne). Ekspor batu bara global juga turun 4,3% secara tahunan (yoy) menjadi 967,4 juta ton pada Januari-September 2025. Indonesia dan Australia juga mengalami penurunan ekspor batu bara, masing-masing turun 9,6% dan 2,2% yoy.
Namun, pasar batu bara termal domestik China mengalami fluktuasi kenaikan setelah liburan Tahun Baru. Harga batu bara termal bergerak naik secara bertahap karena stok yang mulai menipis dan sinyal permintaan yang sedikit meningkat dari pembangkit listrik dan industri.

+ There are no comments
Add yours