Jakarta- Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS memicu kekhawatiran tentang investasi asing di negara tersebut, termasuk aset migas milik Indonesia. PT Pertamina (Persero) memiliki lapangan minyak di Venezuela melalui Maurel & Prom (M&P), yang 71,09% sahamnya dimiliki PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).
Hingga saat ini, tidak ada dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela. Pertamina terus memantau situasi geopolitik dan keamanan di negara tersebut, serta berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan operasional.¹
Pertamina memiliki pengelolaan pada beberapa lapangan minyak di Venezuela, termasuk Petroregional (Urdaneta West) dan Lagopetrol (Block 70/80). Perusahaan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk menjaga aset dan operasionalnya di negara tersebut.

+ There are no comments
Add yours