MINAT KENDARAAN LISTRIK MENINGKAT, PEMBIAYAAN MULTIFINANCE NAIK 2,7%

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik yang disalurkan industri multifinance terus mengalami pertumbuhan. Hingga Oktober 2025, total pembiayaan mobil listrik mencapai Rp17,64 triliun, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta dukungan kebijakan pemerintah.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, menyebut pembiayaan mobil listrik tersebut tumbuh 2,70% secara bulanan. “Per Oktober 2025, pembiayaan mobil listrik oleh industri multifinance tumbuh 2,70% month to month (MtM) menjadi sebesar Rp17,64 triliun,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK November 2025.

Menurut Agusman, prospek pembiayaan kendaraan listrik pada tahun mendatang masih positif. Hal ini didorong oleh tren elektrifikasi kendaraan, kebijakan yang mendukung aspek lingkungan, serta semakin banyaknya pilihan merek mobil listrik yang tersedia di pasar. “Seiring tren elektrifikasi kendaraan, dukungan kebijakan terkait lingkungan, serta bertambahnya pilihan merek kendaraan listrik di pasar,” katanya.

Secara umum, OJK mencatat piutang pembiayaan industri multifinance per Oktober 2025 mencapai Rp505,30 triliun atau tumbuh 0,68% secara tahunan. Adapun rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tercatat relatif terjaga, dengan NPF gross sebesar 2,47% dan NPF net 0,83%, sementara gearing ratio berada di level 2,15 kali.

Meski demikian, pengamat industri pembiayaan Jodjana Jody menilai pasar mobil listrik saat ini masih didominasi segmen kelas atas. Kondisi tersebut membuat porsi pembiayaan kendaraan listrik masih terbatas dibandingkan total pembiayaan multifinance. “Nanti bila penjualan sudah menyentuh ke replacement atau first time buyer, maka porsi kreditnya tentu akan meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan mobil listrik, pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari stasiun pengisian baterai, dealer mobil listrik bekas, hingga produk asuransi khusus kendaraan listrik. Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil listrik berbasis baterai mencapai 60.000 unit hingga akhir 2025.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours