DEFISIT APBN NOVEMBER 2025 RP560,3 TRILIUN, PEMERINTAH TARIK UTANG RP614,9 TRILIUN

Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga November 2025 tercatat mengalami defisit sebesar Rp560,3 triliun atau setara 2,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah mengandalkan pembiayaan anggaran yang bersumber dari penerbitan surat utang.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp573,5 triliun atau sekitar 86,63% dari target yang ditetapkan. Dari jumlah tersebut, pembiayaan utang menjadi komponen terbesar dengan nilai realisasi Rp614,9 triliun atau sekitar 84,06% dari perkiraan. “Pembiayaan utang telah direalisasikan Rp614,9 triliun,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Hingga akhir tahun, pemerintah memperkirakan defisit APBN akan melebar dan berada di kisaran 2,78% terhadap PDB. Meski demikian, Kementerian Keuangan menegaskan pengelolaan fiskal tetap berada dalam koridor yang aman dan terjaga. Dari sisi penerimaan, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.351,5 triliun atau sekitar 82,1% dari target. Sementara itu, belanja negara telah terealisasi sebesar Rp2.911,8 triliun atau 82,5% dari perkiraan. Realisasi belanja ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga momentum pemulihan ekonomi serta mendukung berbagai program prioritas nasional.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours