Jakarta – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), emiten bursa kripto yang sahamnya melonjak lebih dari 4.000% sejak IPO, akhirnya angkat bicara menanggapi volatilitas harga yang terjadi. Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/12/2025), perusahaan menegaskan bahwa tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga saham atau kelangsungan usahanya. Pernyataan ini sekaligus merupakan bentuk kepatuhan terhadap peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang keterbukaan informasi.
Perusahaan mengaku telah mengungkap fakta material melalui siaran pers pada 10 Desember 2025, yaitu mengenai masuknya PT Arsari Nusa Investama sebagai pemegang saham baru. Manajemen COIN menyatakan akan terus menyampaikan informasi secara transparan apabila di kemudian hari terdapat perkembangan material lainnya. Sementara itu, untuk rencana korporasi ke depan, perusahaan akan mengacu pada agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 Desember 2025, yang membahas perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum dan komposisi pengurus.
Meski memberikan klarifikasi, COIN juga menyampaikan bahwa pemegang saham pengendali atau utama belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya karena masih terikat aturan lock-up selama delapan bulan pasca-IPO. Saham COIN sendiri tercatat menguat 9,47% ke level Rp4.160 per saham pada perdagangan Selasa (16/12), dan telah naik 22,71% dalam sebulan terakhir. Kinerja spektakuler sejak IPO pada 9 Juli 2025 ini menjadikan COIN sebagai salah satu saham dengan performa terbaik di pasar modal Indonesia tahun ini.

+ There are no comments
Add yours