Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kenaikan harga bawang merah dan cabai di beberapa daerah lebih disebabkan oleh faktor cuaca dan distribusi, meski secara nasional produksi komoditas tersebut dinilai mencukupi. Dalam keterangannya pada Senin (8/12), Budi menjelaskan harga rata-rata nasional bawang merah mencapai Rp47.600 per kilogram, masih di atas harga acuan pemerintah sebesar Rp41.500.
Angka ini didorong oleh harga yang tinggi di wilayah timur seperti Papua, sementara kondisi produksi secara keseluruhan justru surplus.Pada komoditas cabai, kendala utama terletak pada cuaca yang kurang baik yang menghambat aktivitas panen, meski asosiasi produsen menyatakan tidak ada masalah dari sisi ketersediaan. Pemerintah saat ini memfokuskan upaya pada penjaminan kelancaran distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumsi melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan pelaku logistik.
Di daerah terdampak bencana Sumatra, penyaluran dilakukan melalui jalur bantuan khusus karena infrastruktur jalan yang masih dalam pemulihan.Mendag menegaskan bahwa komoditas penting lain seperti daging dan telur saat ini dalam kondisi surplus, sehingga tidak diperkirakan menekan harga pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi jika terjadi lonjakan, mengingat setelah Nataru akan diikuti periode Imlek dan puasa yang berdekatan. Data Badan Pangan Nasional per Senin menunjukkan cabai rawit merah naik 6,34% menjadi Rp72.277/kg, sementara bawang merah justru turun 2,64% menjadi Rp47.729/kg.

+ There are no comments
Add yours