Jakarta – Kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Pakistan pada 8–9 Desember 2025 menandai babak baru dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan. Lawatan ini bukan hanya simbolis, tetapi membuka peluang nyata untuk memperkuat kolaborasi diplomasi, perdagangan, dan pertahanan antar kedua negara sebuah langkah penting di era pemerintahan baru.
Agenda kunjungan meliputi pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Indonesia dan Pakistan serta pembahasan sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang akan mencakup berbagai sektor strategis. Pemerintah Pakistan bahkan melihat momen ini sebagai momentum tepat untuk memperluas kerja sama, mengingat hubungan diplomatik kedua negara telah memasuki usia 75 tahun.
Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali sinergi historis antara Indonesia dan Pakistan dari aspek ekonomi, investasi, teknologi, hingga pertahanan serta membuka peluang kolaborasi baru yang relevan dengan tantangan global saat ini.

+ There are no comments
Add yours