Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp900 miliar per hari mulai 1 Januari 2026 untuk memastikan rekening mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak akan pernah kosong. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
Dadan menjelaskan bahwa 85% dari anggaran harian akan digunakan untuk membeli bahan baku makanan, dengan prioritas pada produk pertanian lokal, sementara 10,5% dialokasikan untuk membayar petugas SPPG. Dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia di Jakarta Pusat, Dadan menjelaskan mekanisme penyaluran dana. Setiap SPPG akan memiliki rekening virtual yang diisi sebesar Rp500 juta. Jika saldo berkurang, sistem akan otomatis mengisi kembali hingga mencapai Rp500 juta.
Dengan demikian, mitra SPPG tidak perlu lagi mengajukan proposal keuangan bulanan, melainkan hanya melaporkan penggunaan dana. Selain itu, Dadan juga mengungkapkan bahwa anggaran BGN untuk tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp335 triliun, termasuk dana cadangan sebesar Rp67 triliun. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi yang signifikan serta menjamin kelancaran program MBG di seluruh Indonesia.

+ There are no comments
Add yours