Jakarta – Pemerintah Jepang resmi membentuk lembaga baru bernama Department of Government Efficiency (DOGE) sebagai upaya mengefisiensikan anggaran negara dan memotong pemborosan belanja publik. Inisiatif ini terinspirasi dari kebijakan efisiensi fiskal di Amerika Serikat yang sebelumnya dijalankan melalui lembaga serupa di era pemerintahan Donald Trump.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan bahwa lembaga baru tersebut akan fokus pada evaluasi subsidi dan kebijakan pajak yang dianggap tidak efektif serta berpotensi dialihkan ke sektor prioritas pembangunan nasional.Katayama menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran negara dan menyebut bahwa pemerintah ingin menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan utang publik.
Pemerintah akan membuka ruang partisipasi publik untuk memberikan rekomendasi pos anggaran yang dianggap perlu dipangkas atau direstrukturisasi. Masukan tersebut akan dikumpulkan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.Berbeda dengan DOGE Amerika Serikat yang dikenal agresif memangkas anggaran hingga menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja aparatur sipil, DOGE versi Jepang diarahkan untuk bertindak lebih moderat dan terukur.
Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi menilai efisiensi anggaran harus sejalan dengan kebijakan fiskal ekspansif yang tengah dijalankan melalui paket stimulus ekonomi besar-besaran dan penerbitan obligasi baru bernilai triliunan yen. Pembentukan DOGE juga menjadi bagian dari kesepakatan politik koalisi pemerintah yang bertujuan memperkuat reformasi struktural dan memperbaiki kredibilitas kebijakan fiskal Jepang di mata investor global.

+ There are no comments
Add yours