Banda Aceh — Pemerintah Provinsi Aceh mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor yang masih menutup akses ke sejumlah kawasan terpencil. Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menegaskan bahwa dukungan logistik dan intervensi cepat diperlukan untuk mengatasi kondisi darurat yang semakin memprihatinkan.Nasir menjelaskan bahwa terdapat tiga prioritas penanganan yang mendesak.

Pertama, proses evakuasi warga yang masih terjebak di wilayah terisolasi seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. Ia menyebut kebutuhan tambahan perahu karet sangat mendesak karena akses darat sepenuhnya terputus dan beberapa lokasi tidak dapat dilalui kendaraan apa pun. Selain itu, stok logistik pokok seperti beras dan kebutuhan harian dilaporkan menipis, sementara arus distribusi melalui jalur darat belum dapat dipulihkan.Dari aspek infrastruktur, pemerintah pusat juga diminta segera memperbaiki konektivitas karena banyak jembatan dan ruas jalan mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir dan longsor.

Pemerintah Aceh menekankan perlunya pengaktifan jalur udara berskala besar, termasuk pengoperasian pesawat Hercules, untuk mengangkut setidaknya 500 ton bantuan ke daerah dataran tinggi. Nasir memperingatkan bahwa persediaan logistik bagi warga di Aceh Tengah dan Bener Meriah diperkirakan hanya cukup untuk dua hari ke depan. Hingga saat ini kerusakan fasilitas publik telah meluas, mencakup ratusan sekolah, kantor pemerintahan, ribuan rumah, serta ratusan ribu hektare lahan pertanian terdampak.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours